Liburan Pertama di Jogja

Jogja. Tidak terbayangkan bisa menapakan kaki ditanah ini. Di kota pelajar. Ini semua berawal dari rencana liburan akhir tahun. Adel, mengirim pesan dari kantornya, “Kayaknya rencana kita ke Lombok akhir tahun ini dibatalkan aja deh, aku harus menghadiri pernikahan temenku di Jogja, mendingan kita kesana aja”.

Cerita dimulai.

Daripada hanya menghadiri pernikahan yang cuma sehari saja, kita memilih spending time lebih lama di Jogja, kota sejuta destinasi. Karena tau harga tiket ataupun penginapan akan mahal, Adel orang yang selalu siap siaga akan segala kemungkinan yang terjadi sudah mulai memesan tiket pesawat 2 bulan sebelum keberangkatan. Yeah. Kita ke Jogja.

***

Jam 5 subuh supir sudah siap mengantarkan kita ke Bandara. Pesawat yang kita tumpangi merupakan pesawat dengan penerbangan pertama, takut ketinggalan pesawat, kita memilih berangkat lebih awal.

Koper sudah dipenuhi barang-barang untuk keperluan kita di Jogja selama 5 hari, sudah pasti barang bawaan lumayan banyak. Kita berangkat dari Bandara Internasional Ngurah Rai menuju Bandara Internasional Adisucipto. Sampai di Bandara Adisucipto kita dijemput tuan rumah tempat kita menginap. Bapak Helmy. Pria berumur yang memiliki cucu yang sangat menggemaskan. Orang yang begitu ramah. Bagi orang seumuran beliau, beliau masih tergolong luar biasa dalam mengemudi. Kita dijelaskan berbagai macam hal tentang Jogja dalam perjalanan. Sampai rumah kami disambut oleh Ibu Helmy.

Kita memanggil mereka berdua dengan sebutan Opa dan Oma. Mereka berdua sangat ramah kepada kami, benar-benar seperti tinggal dirumah keluarga sendiri. Karena tidak makan saat perjalanan dari Bali ke Jogja saya begitu lapar, tanpa disadari mereka sudah menyiapkan makanan untuk dimakan saat itu (Adel: sebenarnya untuk tamu lain sih, tapi karena awi tidak bisa nahan lapar, diembat saja sama dianya). Wow. Yang paling mengejutkan, Oma selalu membangunkan kita pagi-pagi ketika kita bilang akan bangun pagi untuk hunting objek wisata. Jam 4 pagi pun tetap dibangunin.

Jika kamu ke Jogja saya sangat bisa menyarankan kamu tinggal dirumah Opa & Oma Helmy. Ada 3 kamar yang bisa disewakan. Dengan ruang tamu yang sangat luas. Semua area dilantai dua diberikan untuk para tamu yang menginap. Kamu bisa memesannya menggunakan Airbnb.com, search Helmy House Yogyakarta atau bisa klik link disini.

Hari pertama kita berencana tidak mengambil trip yang terlalu jauh. Yang pertama kita lakukan adalah kost temen yang kuliah dan meminjem motor. Lumayanlah bisa mengirit biaya. Orangnya tidak ada disini, tapi dia meninggalkan motornya. Cuma sayangnya motornya membuat saya agak sedikit ketakutan karena tidak tau dearah Jogja seperti apa. Motor yang belum disamsat dan STNK motornya hilang. Dalam perjalanan saya sendiri survey berapa orang yang juga punya motor yang sama. Banyak. Banyak juga orang-orang yang punya motor tapi belum disamsat. Telat samsat sebulan dua bulan, bahkan ada setahun juga. Ya memang dalam perjalanan saya tidak melihat ada polisi ataupun razia. Cuma kalau kata temen saya, mungkin karena musim liburan, jadi mereka fokus menjaga tempat wisata. Tapi mau bagaimanapun juga tetep deg-degan sih.

Setelah mendapatkan motor, objek pertama yang kami kunjungan adalam Kebun Binatang Gembira Loka. Lokasi ini disarankan Opa Helmy karena dekat dengan tempat ngambil motor. Bener saja. Cuma beberapa menit sampai.

Kami memarkir motor dan membeli tiket masuk. Dan tiket masuk begitu murah, cuma 30.000/orang. Di Bali tiket masuk kebun binatang bisa diatas 100.000’an. Areal kebun yang juga sangat luas, kalau mengelilingi dengan berjalan kaki, kayaknya sejam saja tidak cukup.

Demi menghemat energi agar tidak telalu capek, terlebih kita baru sampai. Apalagi saya sendiri kurang tidur karena harus bangun pagi (mungkin saking excited-nya jadi ga bisa tidur nyenyak). Akhirnya kami membeli tiket untuk naik Taring, sebutan untuk Transport Keliling yang dimiliki Gembira Loka. Tiket yang kita beli sudah include naik Perahu Katamaran.

Kita tidak begitu lama ekploraso tempat ini karena kami datang mepet dengan waktu tutup kebun binatangnya. Berkeliling dengan Taring, menaiki Perahu Katamaran (hanya sebentar) mengeliling danau buatan, kemudian kita jalan-jalan mengunjungi beberapa area kandang binatang, kami pulang. Tidak banyak foto yang kami ambil disini karena baterai kamera sudah keburu habis. Bawa dua kamera, kamera yang satunya lupa di-charge,baterai benar-benar kosong dan yang ada mbaknya yang cemberut. hahaha

Ingin merasakan suasana Ubud ala Jogja, kita mampir ke Jalan Prawirotaman untuk menikmati lezatnya gelato di Tempo Del Gelato. Sepanjang jalan ini benar-benar dipenuhi oleh bule-bule. Dan gelatonya pun rame banget. Dua pilihan rasa, dua skop gelato dengan harga 25.000. Lumayanlah, isinnya pun lumayan banyak. Tidak mengecewakan.

Cerita lanjutannya akan saya sambung pada postberikutnya. Ini akan menjadi artikel seriestraveling di Jogja. Setiap kunjungan kesatu objek wisata akan saya buat satu artikel yang berbeda. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Tamat.

Eh belum, masih ada lanjutannya.

Nantikan ya.

Noted : Maaf gelatonya sudah habis duluan dan baru inget untuk foto :))

Co-Founder & Product Creator at Pilar Kreatif Studio | Writer & Editorial at Pindexain Blog | Twitter @widyanaWebId

Related Stories

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *