Lingkungan Pergaulan Akan Membentuk Karakter Kita

Saya pernah mendengar kalimat ini dari beberapa orang “Lingkungan pergaulanmu akan membentuk karaktermu”. Setelah saya lewati beberapa waktu dalam kehidupan yang penuh dengan datang perginya setiap cobaan, saya mulai meng-ia-kan kalimat ini. Apa lagi saya mendapatkan beberapa pencerahan dari kultwit akun twitter @strategi_manajemen yang blognya saya rutin baca setiap Senin – Kamis.

Diatas merupakan beberapa kultwit yang membuat saya dapat ide membuat tulisan ini. 

Setetalah saya pikir-pikir dan merenungkan tentang hal ini, ternyata memang benar selain apa yang saya baca (beberapa minggu lalu saya pernah membuat artikel “kamu adalah apa yang kamu baca”) dan bagaimana lingkungan pergaulan saya atau siapa saja teman saya akan membentuk karakter tentunya cara berpikir saya juga.

Beberapa bulan terakhir ini saya jarang berkumpul dengan teman-teman yang selalu mempunyai sikap dan pandangan negatif atau mengobrol tentang hal-hal yang negatif (kebencian, rasisme, sara dll). Saya sering berkumpul dengan teman-teman yang memberikan saya banyak pengetahuan tentang spiritual dan kemanusiaan (atau kepedulian dengan lingkungan), juga teman-teman yang mempunyai ketertarikan obrolan tentang bisnis atau hal yang berbau pengembangan kreatif skill saya (termasuk teman-teman dikantor). Hal ini membuat pikiran saya jadi fokus ke hal itu. Pikiran menjadi lebih tenang. 

Selain itu saya sudah unfollow akun twitter yang mempunyai informasi negatif. Tidak terlalu menghiraukan status teman-teman yan isinya kebencian diakun facebooknya atau bahkan berita negatif yang mereka bagikan. kalau punya teman seperti ini mendingkan unfollow aja atau kalau lebih sadis di unfriend, karena teman yang baik tidak akan menjerumuskan temannya yang lain ke hal yang tidak baik, apalagi membuat pikiran temannya terbebani dengan hal negatif yang penuh kebencian. Percaya tidak percaya informasi negatif yang penuh kebencian yang dibagikan temanmu ini akan membuatmu ikutan membenci seseorang atau bahkan orang yang membagikan informasi tersebut. Menurut saya sendiri terlalu bodoh jika dia mengatakan “kalau gak suka silahkan unfriend/unfollow saja”.

Oke, kita lanjut lagi. Hmm mau bahas apa lagi ya? kok lupa? 😐 oh ya, saya juga pernah diberikan beberapa pengetahuan tentang harus menjauhi orang-orang yang seperti itu, meski itu teman sendiri, memang sadis sih tapi itu lebih baik daripada kita ikutan terjerumus dalam kebencian.

Lingkungan pertemanan memang keras dalam pembentukan karakter kita. Dulu saya punya teman SD yang baik-baik dan positif tapi entah kenapa ketika SMP mereka mulai berubah menjadi pemabuk. Hampir selalu mengahabiskan waktunya untuk minum-minuman beralkohol dan juga menjadi perokok aktif tentunya. Setelah saya pikir-pikir memang itu terjadi karena lingkungan pergaulan mereka seperti itu. Saya merasa sangat beruntung tidak terjerumus ke hal yang seperti itu. Mungkin jika membaca tulisan saya ini, mereka akan mengatakan saya munafik atau apa, but it’s me. Saya hanya kasian melihat teman saya sendiri menghabiskan waktu dan uangnya cuma untuk melakukan hal itu. Saya menuliskan ini juga karena saya memang peduli dengan mereka, bukan karena benci. Memang, saat berkumpul mereka juga tidak pernah memaksa saya untuk ikutan minum saat mereka sedang berpesta alkohol. 

Diakhir cerita, terima kasih sudah membaca curhatan saya. Mulai sekarang pintar-pintarlah mencari teman (ini nasihat kuno) jangan sia-siakan hidupmu cuma bergaul dengan orang-orang yang akan menjerumuskanmu kepada hal yang negatif.

Salam.

Menjadi part time student itu menyenangkan, terlebih lagi menjadi full time blogger. @berbagiyuks @wyapaka @widyanaWebId

Related Stories

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *