Membuka Usaha Sampingan di Bidang Jasa Fotografi

Membuka usaha sampingan? Iya benar. Tapi baca dulu ya sampai habis, biar tidak salah paham. Dengan semakin banyaknya kesibukan menyebabkan saya tidak pernah menulis di blog ini. Biasalah blog anak tiri. Maafkan.

Pada artikel ini saya ingin memberikan kabar buat kamu, ya mungkin kabar gembira kalau saya sedang membuka usaha sampingan di bidang jasa fotografi. Ralat. Bukan saya yang membuka, tapi pacar saya.

Membuka Usaha Sampingan

Dia ingin belajar membuka usaha sampingan dan saya cuma membantu dia dalam mempromosikan websitenya. Terutama dalam menanam link di blog ini.

Agar tulisan ini tidak hanya terkesan promosi saja, saya ingin memberikan beberapa tips buat kamu dalam membuka usaha. Tepatnya, hal-hal yang kita lakukan. Mungkin dari pengalaman ini kamu bisa belajar untuk membuka usaha kamu sendiri.

Membuka Usaha Sampingan

Menentukan Jenis Usaha

Hal yang paling penting sebelum kamu memulai membuka usaha adala menentukan jenis usaha yang akan kamu buat. Pilihlah jenis usaha yang memang kamu mampu menjalaninya dan kamu bisa fight didunia ini. Kerennya, jenis usaha yang sesuai passionmu.

Kalau mempunya passion dalam dunia desain grafis, maka buatlah usaha dibidang jasa desain grafis.Seperti yang pacar saya lakukan, dia memang passionnya di bidang editing foto atau video, maka dia ingin membuka jasa di bidang fotografi.

Loh? Kok jauh banget? Bentar, saya jelaskan dulu.

iya, passionnya memang di-editing, lebih ke editing dokumentasi wedding, tapi apa yang akan di-edit kalau projek tidak ada yang masuk?

Nah, dengan cara itu, dia berencana membuat sebuah studio fotografi, cuma untuk fotografernya akan bekerja sama dengan beberapa teman yang memang kerjaannya memang menjadi fotografer. Lebih jelaskan akan saya bahas pada poin selanjutnya.

Membuat Perencanaan

Setelah menentukan jenis usaha apa yang akan dibuat sekarang saatnya kamu membuat perencanaan bagaimana usahamu tersebut akan berjalan.Dalam kasus usaha pacar saya, ada beberapa hal yang dipersiapkan, seperti:

Apa Saja Yang Akan Dijual

Sebelum mencari partner, tentukan dulu apa yang akan kamu jual. Jangan menjual apa yang tidak kamu kuasi atau tidak bisa kamu atur.

Misalnya, pacar saya tidak akan menjual jasa desain logo karena dia belum memahami cara membut logo. Atau, dia akan menjual jasa fotografi, meski tidak tidak menguasi dunia ini, tapi dia bisa mengatur bagaimana projek ini berjalan.

Terlebih lagi, dia sudah bertahun-tahun ada dalam dunia ini, jadi setidaknya dia paham cara kerjanya. Bagaimana cara mengaturnya, kalau masalah konsep akan seperti apa jadinya, dan lain-lainnya.

Oh ya, untuk menentukan apa saja yang akan dijual, jangan terlalu mematok pada ide besar saja, cari ide kecil yang juga bisa kamu jual. Ketika saya membuka usaha dalam dunia desain grafis bersama partner saya, ide-ide kecil ini malah menjadi penompang hidupnya usaha saya sampai saat ini.

Kemudian tahap berikutnya barulah mencari partner.

Mencari Partner

Seperti yang tadi saya katakan diatas, pacar saya ini hanya suka dalam editing saja, entah foto atau video. Jadi untuk hal fotografi tidak terlalu tertarik.

Mungkin masalah waktu juga. Karena dia juga bekerja ditempat lain menjadi admin store di sekolah internasional, jika projek foto dia tidak akan bisa mengejerkannya karena sudah ada keterikatan jam kerja. Ya, namanya juga usaha sampingan, porsinya tidak terlalu banyak disini (contoh wanita stronglah ini).

Untuk mesiasatinya, kita mencari beberapa teman yang memang kerjaannya menjadi fotografer dan videografer, terutama dalam dunia prewedding atau wedding.

Jadi jika ada projek masuk, maka untuk masalah foto memfoto kita serahkan kemereka, untuk hal lainnya, editing, catak foto itu yang ngurus dia.

Menentukan Paket Harga

Nah untuk menentukan paket harga, silahkan melakukan riset dulu. Kamu bisa menggunakan Google untuk melihat berapa harga yang diberikan oleh pesaing kamu. Buat harga yang kopetitif dan berikan nilai lebih.

Jangan hanya memberikan harga yang lebih murah saja ini akan menghancurkan harga jasa yang kamu jual, tapi berikan nilai lebih apa yang bisa calon klien kamu dapatkan jika menggunakan jasa kamu.

Misalnya, dalam usaha sampingannya ini, pacar saya membuat paket prewedding bali dengan memberikan nilai lebih dengan bonus gratis desain undangan. Ini akan menjadi pemicu calon klien untuk memakai jasa kita.

Tapi kabar buruknya, karena hampir semua pemilik bisnis bermain harga murah, calon klien tidak akan melihat nilai lebihnya tapi lebih ke harga murahnya, tapi minta layanan yang lebih.

Inilah tugas kita untuk mengedukasi market.

Promosi

Setelah poin diatas dilakukan, terkahir buatlah media promosi untuk mempromosikan usahamu. Kamu bisa buatkan akun media sosialnya, poster, online flyer, atau website.

Bagi saya website setiap usaha wajib memiliki website. Karena ini jamannya digital, mendapatkan calon klien pun bisa dari online. Bahkan jangkauannya bisa sangat luas.

Kalau kamu kesuliatan dalam membuat website, kamu bisa ke Pilar Kreatif. Silahkan hubungi marketingnya untuk mendapatkan penawaran harga yang sesuai dengan budget kamu. Kalau kamu ingin belajar membuat website sendiri, silahkan. Banyak sekali sumber referensi yang bisa kamu dapatkan di internet.

Setelah membuat website yang harus kamu lakukan tetap mempromosikan website tersebut. Entah menggunakan iklan atau SEO. Ingat website adalah media atau Ruko online kamu, jika tidak dipromosikan tidak akan menghasilkan apa-apa.

Jasa Prewedding di Bali

Sebelum mengakhirnya tulisan ini, saya ingin memperkenalkan usaha sampingan pacar saya di bidang jasa prewedding di Bali, yaitu Foto Prewedding Bali.Layanan di jual berupa jasa editing foto atau video, foto prewedding dan wedding dokumentasi, dokumentasi event, seperti ulang tahun, acara kantor, jasa fotografer liburan di Bali, dll.

Silahkah buka websitenya di fotopreweddingbali.net untuk melihat paket prewedding Bali atau paket lainnya yang disediakan, jika kamu tertarik menggunakan jasa ini, silahkan hubungi nomor yang tertera pada website.

Sekian artikel ini, semoga bermanfaat.

Co-Founder & Product Creator at Pilar Kreatif Studio | Writer & Editorial at Pindexain Blog | Twitter @widyanaWebId

Related Stories

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *